Breaking News

Ubah Cara Mengaji yang Salah

1. Ubahlah “cara mengaji yg keliru” manakala kita hanya mengaji tekstual semata2 tanpa peduli konstektual

2. Umat Islam harus berhenti membuat “kerumunan” (hanya sebatas mengumpulkan massa), tetapi bangunlah “barisan” (organisasi dan jaringan) 

3.Berhentilah meluapkan “kemarahan” (emosional yg destruktif), mulailah bangun “perlawanan” (legal & konstruktif)

4. Kecerdasan politik umat harus diasah terus-menerus. Sehebat apapun seorang politisi kalau kecerdasannya tidak sesuai konstekstual, tidak akan berguna

5. Tehnologi merupakan salah-satu “kendaraan politik” tercanggih abad 21

6. PQ = POLITICAL QUOTIENT atau Kecerdasan Politik unsurnya ada 3 point :
a. Kemampuan membangun “Kesadaran” politik
b. Kemamuan membentuk “Kekuatan” politik
c. Kemampuan merebut “Kesempatan” politik

7. Unsur “Kesadaran” politik ada 3 unsur :
a. Pengetahuan
b. Empati 
c. Aktivasi

8. Pengetahuan seseorang terhadap kondisi politik tidak serta merta membangun kesadaran politik

9. Empati seseorang menjadikan pengetahuan politiknya hidup, lalu menjadikan seseorang bergerak (aktivasi)

10. Suara umat Islam yg diwakili “partai (bebasis) Islam” hanya 31%. Umat Islam mayoritas, namun tidak menjadi kekuatan politik

11. Contoh lain, tidak adanya “Kesadaran” politik. Misalnya : tidak adanya mobilisasi dana infaq Jum’at masjid se-Indonesia untuk disumbangkan ke Rohingnya

12, Hak politik harus ditegakan secara individu yakni hak sebagai warga negara. Sifatnya fardhu ‘ain. Dengan cara bangunlah kesadaran akan hak-hak sebagai warga negara

13. Kalau kita harus “bangun”, maka harus ada “kekuatan” untuk bangun. Kalau kita mau “menang”, maka harus ada “kesadaran” untuk menang

14. Unsur “Kekuatan” politik terdiri atas 4 point : 
a. Memperkuat diri sendiri,
b. Memperkuat kelompok
c. Memperkuat organisasi
d. Memperkuat jaringan

15. Umat Islam suka membangun organisasi tetapi tidak suka membangun jaringan
16. Jadikan masjid untuk membangun jaringan ke-umata-an, jangan jadikan masjid jaringan golongan & kelompok

17. Unsur “Kesempatan” politik terdiri atas 2 point :
a. Mempengaruhi Kebijakan
b. Berkuasa

18. Kalau sedang tidak berkuasa, aktiflah pengaruhi kebjakan politik yg ada dengan berbagai cara (yg baik)

19. Informasi dan pengetahuan adalah kekuasaan. Barangsiapa yg  menguasai keduanya, mereka berkuasa

20. Jangan haramkan diri kita, kelompok kita & organisasi kita berkuasa (maksdunya, eksekutif)
21. Kalau hal itu tidak kita lakukan, kita hanya menjadi korban kekuasaan bukan subyek kekuasaan

22. Tidak ada peradaban dunia yg dibentuk mayoritas. Peradapan & perubahan itu dibangun oleh minoritas kreatis. Ketika semua orang mengatakan tidak mungkin, minoritas kreatif berkata mungkin dan dia menunjukan dengan data & fakta2 (Arnold J. Toynbee)

23. Politik yg cerdas itu “Pertukaran”. Sebaliknya politik yg bodoh itu “Transaksi”
24. Jangan munculkan tokoh menjelang pemilu tetapi bangunlah okoh tiap hari. Sepanjang hayat harus kamanye

25. Kita harus mengubah umat Islam dari “massa” menjadi “warga negara”, yg kualitasnya ada 5 point :
a. Jadilah warga negara yg tahu dan pandai menjaga haknya
b. Warga negara itu tahu hak orang lain & orang banyak dan tahu cara menunaikan hak tersebut masing2
c. Warga negara itu mereka yg tidak tergantung kepada orang lain hatta kepada pemimpinnya kecuali pada diri sendiri
d. Warga negara itu proaktif tidak menunggu
e. Melawan dengan cara beradap & dewasa

Oleh Eep Saefullah Fatah

No comments