Breaking News

Strategi Bisnis Abdurrahman bin Auf yang berharta 64T Dan masih SANGAT RELEVAN dengan jaman Now.




Pertama, mengumpulkan 64 Triluyun hanya butuh waktu 32 tahun.

Saat hijrah ke madinah pada tahun 1 Hijriah (tahun kalender hijriyah dimulai pada saat Nabi berhijrah) hartanya 0.
Karena seluruh hartanya ditinggal di Mekkah.

Pada saat meninggal, 32 H.
Hartanya terkumpul 64 T.
Artinya, hanya butuh waktu 32 tahun untuk beliau mengumpulkan 64 T.

Ma shaa Allah...
Umat islam harusnya bangga karena
punya benchmarking lebih lengkap.

Karena Rasulnya, sebelum diangkat jadi nabi adalah pedagang yang sukses.
Sahabat-sahabat Nabi juga tidak sedikit yang menjadi pengusaha yang sukses.


Kedua, sumber tulisan ini.

Saya mengambil SEJARAH dari dari kajian ustad Budi Ashari.
Namun saya korelasikan dengan pengetahuan, pengalaman saya sebagai seorang praktisi bisnis & brand.

Angka 64 T pun saya mengambil dari kajian ust Budi Ashari, yang saya kurs kan dengan emas (karena harta Abdurrahman bin Auf di hitung dengan dinar & dirham) seharga 600rb an pada saat tulisan ini dibuat.



Ketiga, strategi CESPLENG Abudurrahman bin Auf yang sering terlupakan.

Totalnya ada 5 strategi CESPLENG !!!

STRATEGI 1#

Kisah ini mungkin sangat SERING kita dengar.
Tetapi saya yakin TIDAK BANYAK yang mengkajinya lebih dalam.
Sehingga dianggap seperti angin lalu saja.

Padahal, disitulah INTI STRATEGI BISNIS Abudurrahman bin Auf.

Apa kisahnya?

Diriwayatkan oleh al Imam Ahmad dari Anas:

Bahwa Abdurrahman bin Auf telah tiba di Madinah, Kemudian Rasulullah mempersaudarakannya dengan Sa'd bin ar Rabi' al Anshari r.a.

Sa'd berkata kepadanya, "Wahai saudaraku, aku adalah orang yang paling banyak harta di Madinah, maka pilihlah olehmu separuh hartaku dan ambilah. Aku juga mempunyai dua orang istri, lihatlah siapa diantara mereka berdua  yang engkau sukai, maka aku akan menceraikannya (dan menikahkannya denganmu)."

Abdurrahman berkata, "Semoga Allah memberkatimu, dalam harta dan keluargamu,. TUNJUKKANLAH DIMANA PASAR."

Sudah sering mendengar bukan?

Coba perhatikan ini....
Kalimat ini, “Tunjukkanlah dimana pasar”

Mengapa beliau meminta PASAR bukan “tunjukkan apa PRODUK yang lagi ngehits di Madinah?”

Disinilah letak cara berpikir Pengusaha yang super sukses Abudurrahman bin Auf,
Berpikirnya dimulai dari PASAR bukan produknya.

Ngapain ke pasar?
Risetlah...
Apa kebutuhan penduduk madinah.
Apa kebiasaannya, dll.
Kemudian baru cari produknya.

Berbeda dengan sebagian teman-teman UKM.

Seringkali teman-teman UKM mulainya adalah produk bukan dari pasar / konsumen.
Padahal yang dibutuhkan oleh pebisnis adalah pasar dulu. Setelah itu baru dicarikan produk yang tepat.

“Saya punya produk keren...”
“Saya punya produk inofatif....”
“Saya punya produk yang satu-satunya di dunia....”

Tanpa riset, tanpa analisa...

Sebagai sample, ada true story salah pengusaha UKM yang ingin meminta saya mereview brand plannya

Seseorang dengan penuh semangat dan happy menceritakan rencana bisnisnya dan produknya yang dianggap oleh beliau keren.

Ahmad (nama samaran, selanjutnya disebut A): Mas Dodi... saya punya rencana bisnis yang sudah matang... Produknya pun keren...

Dodi (D) : Emang apa pak produknya...

A: Roti bentuknya buaya.

D : Sebelum jauh ngomogin produknya, jawab dulu pertanyaan saya. PERTANYAAN PERTAMA,
Masalah apa yang ada dipasar yang anda akan selesaikan dan menurut anda solusinya adalah produk Roti bentuk buaya.

Terlihat pak Ahmad mikir super berat untuk menjawabnya...
A : Apa ya... emang penting jawabannya?


D: Disinilah jebakan-jebakan teman-teman UKM. Seringkali jika akan mulai berbisnis memulainya dari produknya dulu... bukan dari masalah yang ada dipasar.

Coba deh pak... bapak terakhir ke Indomaret kapan?

A: Kemarin mas...

D: Apa yang dibeli?

A: Minuman kopi, Kopiko.

D: Kenapa bapak beli itu?

A: Ya.. karena saya ada sesuatu yang penting untuk diselesaikan dan saya merasa ngantuk. Makanya saya butuh kopiko minuman kopi.

D: Nah... bapak melangkahkan kaki  ke Indomaret, berjalan ke Rak minuman kopi, mencari brand KOPIKO. Semua perintah dari dimulai OTAK dan mulai mengkah ketika bapak MERASA MEMILIKI MASALAH. Yaitu karena 'merasa... ada pekerjaan yang perlu diselesaikan tetapi mengantuk..."

Kalau bapak tidak memiliki masalah. Tidak akan melangkahkan kaki untuk membeli.

Dan ini terjadi dari bangun tidur sampai tidur. Ini terjadi bukan hanya kepada bapak, tetapi terjadi  pada seluruh manusia yang ada didunia.

Kalau bapak merasa segmennya adalah 'manusia' jawab dulu pertanyaan tersebut.

Betul ya pak?

A: Hmm... betul juga ya....

D: Pernah juga ada seorang peserta seminar nanya ke saya “Mas dodi ... saya mau jual produk keren... belum pernah ada sebelumnya... produknya unik...yaitu Bakso bentuknya kotak dan segitiga... orang pasti penasaran...”

Saya jawab gene... “Saya ga peduli bentuknya kotak, segitiga, segienam, segi delapan, atau ga berbentuk....

Jawab pertanyaan saya...Apa masalah yang ada dipasar, yang solusinya bakso segitiga mu?”
Peserta seminar tadi enggak bisa jawab...

A : Oke..oke... Bener banget itu... Alhamdulillah.. MA Shaa Allah... saya ketemu mas Dodi membuka bisnis, terhindar dari kerugian puluhan juta sebelum saya buka bisnis.
Saya pikir produk saya sudah keren & rencana bisnis saya sudah matang... Eeh baru pertanyaan pertanyaan pertama sudah mentah lagi... Pertanyaan kedua apa masa Dodi?

D: Sabar dulu pak...Banyak kok UKM diluar sana yang berpikir dengan cara seperti bapak.  Salah seorang mentor saya, pak Budi mengatakan, "Selama tidak ada masalah, tidak akan yang namanya PERMINTAAN..." Tugas pertama jawablah pertanyaan itu...

A: Saya catat mas Dodi....selanjutya apa mas?

D: Selanjutnya saya ceritakan di workshop Re Design Your Brand Strategy ya pak....hehehe...

Makanya didalam workshop Re Design Your brand Strategy 60% membahas tentang MARKET.

-Bagaimana step by step menemukan masalah
-Bagaimana mendesain fitur produk yang sesuai dengan masalah yang ingin diselesaikan.
-Bagaimana step by step memilih Unique Value Proposition & positioning.

Detail workshop ada disini http://bit.ly/ReDesignYourBrandStrategy

Jadi kesimpulannya adalah :
Mulailah dari masalah yang ada dipasar.
Kalimat “tunjukkan dimana pasar” seakan sederhana, tetapi dalam maknanya.

“What You Really Need Is A Market, Not An Idea” Paul Finn

Jangan hanya membuat produk tetapi juga temukanlah masalah yang ada dipasar.


A: Mas dodi, boleh nanya... di workshop Re Design Your Brand Strategy menggunakan berapa tools?

D: Saya mendesain workshop ini dengan tujuan :

1| Peserta mendapatkan how to yang detail dan jelas pada setiap step.
Dan aplikatif di berbagai macam bisnis.
Dilengkapi studi kasus riil bisnis-bisnis level UKM menengah dan besar.

2| peserta mendapatkan Materi yang terstruktur sistematis
Step pertama hingga akhir saling terkait. Sehingga saya hanya menggunakan satu tools.

3| Peserta mendapatkan Output berupa Worksheet Brand Blueprint (Unique Value Proposition & Positioning) & modul.

Salah studi kasus yang lain dapat dipelejari disini
https://www.facebook.com/100004183268067/posts/1199407380208693/

A: Strategy ke 2 sampai ke 5 apa mas?

D: Saya kasih bonus di workshop saja ceritanya. Hehehe. Karena panjang sekali. In shaa Allah sangat sangat relevan dengan bisnis jaman now.
Malah sangat relevan sekali dengan Strategic Generic Porter.
Detailnya saya ceritakan di Workshop yaaah...


Oh ya... sekededar informasi.
Karena banyak yang ga kebagian seat di workshop bulan Januari.
Saran saya segera waiting list untuk yang bulan Februari tanggal 20-21 Februari. Karena tinggal 15 seat.

Kalau mau waiting list kesini http://bit.ly/ReDesignYourBrandStrategy (langsung ke WA)

No comments