Breaking News

KAPAN SAMPAI ATAU KAPAN MULAI?



Ruas jalan tol Jakarta-Cikampek benar-benar tidak bisa diprediksi akhir-akhir ini. Terkadang waktu tempuh yang diperlukan bisa melambung empat kali lebih lama dari biasanya.

Hal ini karena banyaknya penyempitan jalan, efek dari beberapa pekerjaan konstruksi di kanan-kiri. Pernah saya lewat pada tengah malam, alih-alih jalanan renggang, justru situasi semakin penuh. Rupanya jadwal alat-alat berat aktif pada malam hari.

Lebih sering lagi saya melaju pada pagi hari, berharap bisa makan siang di tempat tujuan. Tetapi ternyata dapatnya makan malam.

Kali terakhir saya melintasi jalan tol ini pada musim liburan sekolah kemarin. Keadaan berbalik, perjalanan saya lancar dan cepat sampai di tujuan! Inilah yang saya sebut benar-benar tak bisa diprediksi.

Maka sekarang ini jika kami sekeluarga hendak melakukan perjalanan, hanya waktu berangkat yang dapat kita rencanakan. Adapun waktu sampainya, tak bisa dipastikan dengan tepat.

"Kapan kita sampai, tergantung kepada Allah. Tetapi kapan kita mulai, tergantung kepada diri kita sendiri!"

Rumusnya kebetulan berkesesuaian dengan kondisi kita saat memutuskan untuk berubah menjadi orang baik. Saat bertekad untuk mengawali kebiasaan hidup terpuji. Saat berikrar untuk mulai merajut kesuksesan dunia dan akhirat.

Tak perlu kita sibuk memperhitungkan kapan kita akan sampai ke tujuan. Akibatnya, justru kita tidak pernah memulai. Kita terlalu khawatir apa yang nanti akan dijumpai sepanjang perjalanan, sehingga tak punya nyali untuk mengawali.

Padahal memulai adalah sesuatu yang sangat penting, dan banyak yang tidak sadar bahwa keberanian memulai itu tergantung kepada kita sendiri.

Renungkanlah ucapan Al-Imam Ibnu Hajar berikut ini,

 المرءُ إذا لاحت لهُ الفرصةُ في الطّاعةِ فحقّهُ أن يبادرَ إليها ولا يسوّفَ بها لئلا يُحرَمها

“Apabila seseorang mendapatkan kesempatan berbuat ketaatan, maka wajib atasnya untuk bersegera melakukannya dan jangan menundanya, supaya dia tidak terhalangi darinya.”

Seolah-olah penundaan kita selama ini karena menunggu orang yang akan datang membantu, padahal orang itu adalah diri kita sendiri.

Seakan-akan penundaan kita karena menunggu waktu yang tepat, padahal waktu itu adalah sekarang juga.

Ingatlah bahwa kapan kita sampai, tergantung kepada Allah. Tetapi kapan kita mulai, tergantung kepada diri kita sendiri.

No comments