Doa yang Tidak Tertolak
(Part 1)
Oleh : H. Mohammad Suharsono, Lc., ME (Biro Kepatuhan Syariah, Inisiatif Zakat Indonesia)
Doa merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah swt. Dengan berdoa seseorang menunjukkan bahwa ia adalah makhluk yang lemah yang tidak memilki kekuatan apapun selain bantuan Allah swt. Dan Allah sangat senang kepada orang yang berdoa kepada-Nya. Semakin ia sering berdoa semakain Allah mencintainya, bahkan Allah murka jika ada seseorang yang tidak pernah berdoa dengan menisbatkannya sebagai orang yang sombong.
Allah swt berfirman : Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mu’min: 60)
Setiap muslim pasti menginginkan ketika ia berdoa maka langsung dikabulkan. Terdapat doa-doa yang tidak ditolak oleh Allah swt diantaranya;
Doa orang yang dizhalimi (teraniaya)
Zhalim dalam bahasa Islam artinya menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Imam Adz Dzahabi menyebutkan contoh perbuatan zhalim adalah memakan harta orang lain tanpa hak, memukul orang lain, mencaci maki orang, melanggar hak dan menindas orang-orng yang lemah.
Rasulullah berpesan kepada Muadz bin Jabal ketika diutus ke negeri Yaman : “hati-hatilah dengan orang yang teraniaya karena tidak ada batas antara doa tersebut dengan Allah swt.” (HR. Bukhori)
Dari Abdullah bin Sallam ia berkata : "Sesungguhnya Allah ta’ala setelah menciptakan makhluk-Nya, sang mahkluk kemudian berdiri mengangkat kepalanya ke atas dan bertanya :”wahai Rabb bersama siapakah Engkau ?” Allah menjawab :”Aku bersama orang-orang yang dizhalimi sampai terbayarkan hak-haknya.”
Wahab bin Munabbah berkata : Ada seorang penguasa yang sombong membangun istananya yang megah, kuat dan kokoh, datanglah seorang nenek tua yang mendirikan gubuk kecil bersandar diistananya. Pada suatu hari sang penguasa tersebut berkeliling di sekitar istiananya dan ia melihat gubuk tersebut, maka berkatalah ia : “milik siapakah gubuk ini ?” dikatakan kepadanya “milik seorang nenek fakir yang sering istirahat di dalamnya” . Kemudian ia perintahkan agar gubuk itu dirobohkan. Ketika sang nenek pulang ia melihat gubuknya sudah tidak ada lagi, ia bertanya : siapa yang menghancurkannya ? dijawab sang penguasa, kemudian nenek mengangkat kepalanya memanjatkan doa ke langit : “Ya Rabb, jika saya tidak ada disini kemanakah Engkau ?” kemudian Allah perintahkan Jibril untuk membalikkan bangunan istana tersebut beserta seluruh isinya. (Imam Adz-DZahabi dalam kitab Al-Kabair).
Wallahua’lam bsihowab.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Situs Bayar Zakat Termudah *https://zakatpedia.com*
Oleh : H. Mohammad Suharsono, Lc., ME (Biro Kepatuhan Syariah, Inisiatif Zakat Indonesia)
Doa merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah swt. Dengan berdoa seseorang menunjukkan bahwa ia adalah makhluk yang lemah yang tidak memilki kekuatan apapun selain bantuan Allah swt. Dan Allah sangat senang kepada orang yang berdoa kepada-Nya. Semakin ia sering berdoa semakain Allah mencintainya, bahkan Allah murka jika ada seseorang yang tidak pernah berdoa dengan menisbatkannya sebagai orang yang sombong.
Allah swt berfirman : Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mu’min: 60)
Setiap muslim pasti menginginkan ketika ia berdoa maka langsung dikabulkan. Terdapat doa-doa yang tidak ditolak oleh Allah swt diantaranya;
Doa orang yang dizhalimi (teraniaya)
Zhalim dalam bahasa Islam artinya menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Imam Adz Dzahabi menyebutkan contoh perbuatan zhalim adalah memakan harta orang lain tanpa hak, memukul orang lain, mencaci maki orang, melanggar hak dan menindas orang-orng yang lemah.
Rasulullah berpesan kepada Muadz bin Jabal ketika diutus ke negeri Yaman : “hati-hatilah dengan orang yang teraniaya karena tidak ada batas antara doa tersebut dengan Allah swt.” (HR. Bukhori)
Dari Abdullah bin Sallam ia berkata : "Sesungguhnya Allah ta’ala setelah menciptakan makhluk-Nya, sang mahkluk kemudian berdiri mengangkat kepalanya ke atas dan bertanya :”wahai Rabb bersama siapakah Engkau ?” Allah menjawab :”Aku bersama orang-orang yang dizhalimi sampai terbayarkan hak-haknya.”
Wahab bin Munabbah berkata : Ada seorang penguasa yang sombong membangun istananya yang megah, kuat dan kokoh, datanglah seorang nenek tua yang mendirikan gubuk kecil bersandar diistananya. Pada suatu hari sang penguasa tersebut berkeliling di sekitar istiananya dan ia melihat gubuk tersebut, maka berkatalah ia : “milik siapakah gubuk ini ?” dikatakan kepadanya “milik seorang nenek fakir yang sering istirahat di dalamnya” . Kemudian ia perintahkan agar gubuk itu dirobohkan. Ketika sang nenek pulang ia melihat gubuknya sudah tidak ada lagi, ia bertanya : siapa yang menghancurkannya ? dijawab sang penguasa, kemudian nenek mengangkat kepalanya memanjatkan doa ke langit : “Ya Rabb, jika saya tidak ada disini kemanakah Engkau ?” kemudian Allah perintahkan Jibril untuk membalikkan bangunan istana tersebut beserta seluruh isinya. (Imam Adz-DZahabi dalam kitab Al-Kabair).
Wallahua’lam bsihowab.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Situs Bayar Zakat Termudah *https://zakatpedia.com*

No comments